Ini hari kedua saya masuk kantor setelah cuti menikah. Seperti biasa --setelah 'berlibur' kurang lebih 3 minggu-- saya kembali memelototi komputer. Membuka e-mail yang masuk, dan mengedit berita yang dikirim reporter dari lapangan.
Pagi kemarin dan pagi ini --juga seperti pagi sebelumnya-- selalu ada berita pembunuhan di Jakarta.
Terselip diantara berita perstiwa; macet di sejumlah titik, truk yang terbalik di tol, berita cuaca. Juga sesekali ada berita ocehan politisi menanggapi isu-isu kemarin.
Berita pembunuhan di pagi hari, kerap kejadiannya terjadi di malam hari, atau dini hari. Ditemukan polisi di pagi hari, lalu sampai ke telinga wartawan.
Selasa, 12/07/2011 09:33 WIB
Pria 65 Tahun Tewas Dibunuh di Ciracas
Jakarta - Pembunuhan terjadi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Seorang kakek berusia 65 tahun tewas bersimbah darah di kamar rumahnya di Jalan H Baping, Ciracas, Jakarta Timur. Diduga kuat, kakek itu tewas dibunuh.
Peristiwa naas itu terjadi pada Senin (11/7) sekitar pukul 19.30 WIB. Pembunuhan itu menimpa H Zaenal Abidin (65). Tewasnya pria tua itu baru diketahui saat warga sekitar curiga karena Zaenal yang biasanya salat berjamaah tidak pergi ke musala saat dzuhur.
Warga kemudian mengecek ke rumah Zaenal. Saat pintu rumah diketuk tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian warga mencoba masuk ke dalam rumah karena pintu rumah tidak dikunci. Saat masuk ke dalam rumah warga kaget saat menemukan Zaenal bersimbah darah dengan keadaan tertelungkup dan kepalanya ditutupi jaket.
Diduga, Zaenal tewas terbunuh. Sebab ditemukan ceceran darah mengarah ke pintu belakang. Diduga, pelaku kabur melalui pintu belakang.
Informasi dari Humas Polda Metro Jaya, petugas kepolisian dari Polsek Ciracas tengah menyelidiki kasus pembunuhan ini. Beberapa orang saksi juga sudah diperiksa. Sementara diketahui barang-barang si kakek yang hilang adalah telepon seluler dan dompet.
Rabu, 13 Juli 2011
Jumat, 24 Juni 2011
Awal Mula
Alhamdulillah, tiba juga hari ini..
Sudah lama saya berangan-angan ingin menulis di blog secara rutin. Tapi tak kunjung dimulai. Tiap kali saya ingin menulis, ada saja halangannya.
Sekarang, saya sudah punya kemauan, setidaknya untuk meng-upload tulisan pertama. Memang bukan jaminan jika saya akan rutin menulis setelah ini, yang penting niat awal dulu :p
Bagi saya ini pencapaian yang kedua di tahun 2011. Pencapaian yang pertama tentunya acara lamaran saya yang 'perfecto' di awal April lalu: dengan rebana, diantar iring-iringan, tanpa mengeluarkan uang banyak :D. Saya berterimakasih pada semua orang telah berbaik hati padaku.
Yang kedua adalah mengupload tulisan pertama. Ini memang langkah menjanjikan, dari berjuta-juta kemalasan yang telah saya perbuat. Dengan menulis, minimal 'beban' hidup saya bisa berkurang :D
Seringkali saya bingung dengan banyak hal yang mampir di pikiran saya, sengaja maupun tidak sengaja. Hal-hal itu bisa berupa umpatan, cacian, atau kemarahan yang meletup-letup pada banyak persoalan. Kadang pula ada moment miris, getir, atau menyayat-nyayat hati. Rasanya rugi jika tak saya kekalkan.
Dan akhir kata, semoga saya bisa konsisten menulis di sini. Saya tak mau di tahun ini, kemalasan saya yang berjuta-juta itu, bertambah lagi. Amin.
Sudah lama saya berangan-angan ingin menulis di blog secara rutin. Tapi tak kunjung dimulai. Tiap kali saya ingin menulis, ada saja halangannya.
Sekarang, saya sudah punya kemauan, setidaknya untuk meng-upload tulisan pertama. Memang bukan jaminan jika saya akan rutin menulis setelah ini, yang penting niat awal dulu :p
Bagi saya ini pencapaian yang kedua di tahun 2011. Pencapaian yang pertama tentunya acara lamaran saya yang 'perfecto' di awal April lalu: dengan rebana, diantar iring-iringan, tanpa mengeluarkan uang banyak :D. Saya berterimakasih pada semua orang telah berbaik hati padaku.
Yang kedua adalah mengupload tulisan pertama. Ini memang langkah menjanjikan, dari berjuta-juta kemalasan yang telah saya perbuat. Dengan menulis, minimal 'beban' hidup saya bisa berkurang :D
Seringkali saya bingung dengan banyak hal yang mampir di pikiran saya, sengaja maupun tidak sengaja. Hal-hal itu bisa berupa umpatan, cacian, atau kemarahan yang meletup-letup pada banyak persoalan. Kadang pula ada moment miris, getir, atau menyayat-nyayat hati. Rasanya rugi jika tak saya kekalkan.
Dan akhir kata, semoga saya bisa konsisten menulis di sini. Saya tak mau di tahun ini, kemalasan saya yang berjuta-juta itu, bertambah lagi. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)