Lampu merah tanda kendaraan stop menyala di perempatan Jl Kebon Sirih dan Jl Agus Salim, Jakarta pusat. Seorang turis asing langsung lari bergegas menyeberangi jalan. Ia tak bawa apa-apa, hanya menenteng map. Rambutnya pirang. Sekilas rupanya mirip bos microsoft, Bill Gates.
Kalo dari raut muka, saya perkirakan bule ini turis asal Australia yang nginap tak jauh dari perempatan ini, di Jl Jaksa. Banyak bule yang nginap di wilayah ini adalah bacpacker asal negeri kanguru itu.
Si bule terlihat tergopoh melewati zebra crozz. Sepertinya usianya sudah 40-an tahun. Sayangnya Lampu merah yang menyala bukan berarti ia menyeberang 'tanpa rintangan' di garis putih itu. Ia terhalang sejumlah motor yang seenaknya berhenti persis di atas zebra crozz, bahkan banyak pula telah melewati garis penyeberangan.
Saya mencoba menduga, bule ini bergegas mungkin karena sudah tahu tabiat pengendara motor di Jakarta. Sebenarnya dia bisa saja berjalan lebih tenang, karena angka yang tertera di dekat lampu merah masih 52 detik. Tapi ia sadar, ini Jakarta!
Jika tak bergegas, motor dari belakang akan kian merangsek ke depan, dan menutup garis penyeberangan. Bahkan jika lambat, ia bisa saja di klakson tiada henti.
Kebiasaan seperti ini adalah satu dari ratusan pelanggaran yang kerap dilakukan pemotor di Jakarta. Satu dari ribuan pelanggaran pengendara di jalanan. Satu dari jutaan kesemrawutan transportasi kita. Satu dari milyaran dan trilyunan ketidakberesan di negeri ini. *pagi-pagi sudah ngeluh :D

nice post :)
BalasHapusditunggu kunjungan baliknya yaah ,